Pasca keputusan Peperiksaan Pertengahan Tahun (PPT) keluar nanti,
Mungkin banyak yang akan merintih,merungut,meraung,meroyan,meronta,
dan macam-macam lagi agaknya.
Bagi rakan-rakan yang masih mampu mengekalkan keputusan cemerlang,
takkan jadi semua yang tersebut di atas itu..mereka akan senyum sokmo!
Sebelum 5M tersebut jadi realiti..di sini saya nak bagi tips.
Tak banyak mana pun,5 muka surat (termasuk kulit hadapan/belakang) hihi..
Peribahasa ada mengatakan,'sediakan payung sebelum hujan'.
Baiklah,saya terus ke matlamat utama coretan kali ni.
Slot Muhasabah
(Bukan munasarawak mahupun munaNNMB/munaNNMTB)
Saya : Pandang semula ke belakang.
Anda : Bukan ke kita tak boleh pandang belakang lagi? Macam mana nak maju?
Saya : Benarkah sudah belajar dengan bersungguh-sungguh?Atau sebenarnya kita masih bermain-main dan agak sambil lewa?
Saya : Pandang semula ke belakang.
Anda : Belajar sampai pukul 5 petang,kelas tambahan cikgu buat,saya sentiasa 'online'.. itu main-main ke?
Saya : Apakah kita ini benar-benar menjaga hati guru yang mengajar kita?Atau kita pernah mengecewakannya, tidak beradab dengannya dan sebagainya?
Saya : Pandang semula ke belakang.
Anda : Cikgu pakai baju warna apa,makan apa,semua saya tahu..Tiap-tiap hari jenguk di bilik guru.
Saya : Apakah kita ini telah berusaha menjaga hati sahabat-sahabat kita, dan orang lain?Atau kita pernah melukakan mereka, menganiayai mereka, berkata buruk kepada mereka, dan sebagainya?
Saya : Pandang semula ke belakang.
Anda : Sahabat saya buat salah besar manapun,saya tetap maafkan.Inikan pula terlintas untuk aniaya mereka?
Saya : Bagaimanakah hubungan kita terhadap ibu bapa kita, adik beradik kita, saudara mara kita?Mungkin pernah kita buat sesuatu yang buruk buat mereka?
Saya : Pandang semula ke belakang.
Anda : Saya tak pernah cakap kasar ataupun tak peduli dengan ayah,ibu,abang,kakak,adik,pak cik,mak cik..Selalu tolong ini dan itu.Tak pernah minta balasan pun.
Saya : Bagaimanakah hubungan kita dengan Allah SWT dan agamaNya? Apakah kita melaksanakan perintahNya? Adakah kita meninggalkan laranganNya? Atau kita tidak peduli dengan itu semua?
Anda : Perlu ke pandang semua ini lagi? Saya rasa tak perlulah..
Saya : Ya. Pandang semua ini. Pandang.Kemungkinan, keputusan yang buruk, yang mengecewakan, yang tidak mencapai sasaran kita itu, kita perolehi kerana sikap kita yang lalu, yang belum kita usaha untuk diampunkan.Bukan salah Allah SWT sebenarnya. Salah kita.
“Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan (atau bala bencana), maka ia adalah disebabkan apa yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa); dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamu.”
Surah Asy-Syuura ayat 30.
Slot Bina Kekuatan
(Jasmani,Emosi,Rohani,Intelek)
Jangan tanam dalam diri,
kalau dapat keputusan yang mengecewakan, itu tandanya Allah tidak sayang dengan kita.
Tidak! Bahkan, keputusan yang mengecewakan itulah tandanya Allah masih sayang kepada kita.
Kita yang banyak dosa, tidak dibiarkan cemerlang begitu sahaja, agar kita mampu memperbaiki diri kita. Kalau tidak diberikan ‘hentakan yang kuat’ ini, mungkin jadilah kita hambaNya yang ingkar sentiasa,
tanpa punya peluang tersedar dari alpa. Tidakkah kita memerhatikan?
Dan mungkin juga, kita ini tak banyak dosa, tetapi keputusan tetap mengecewakan.
Itulah dia ujian. Ujian adalah untuk peningkatan, tapisan.
Allah ingin kita meningkat satu tahap lagi dalam hubungan kita dengan Dia.
Bukankah itu satu perkara yang amat menyenangkan?
Tidakkah kita memerhatikan?
Maka jangan kecewa.
Pandang secara rasional.
Tempoh persediaan memang tak lama.
Tetapi, tempoh ini bakal kita manfaatkan.
Kita pandang semula.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita.
*Petikan ini diolah semula selepas diadaptasi dari Blog LangitIlahi.com
We are us,wherever we are,we are us,we always like us!
Showing posts with label renungan bersama... Show all posts
Showing posts with label renungan bersama... Show all posts
Friday, May 27, 2011
Saturday, June 12, 2010
malam pertama kita
Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu... mem pelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,
Kitapun dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wangian ditaburkan kebaju Kita...
Bahagian kepala.., badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan. . yang telah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi.....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita akan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorang pun yang tahu....
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu... mem pelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,
Kitapun dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wangian ditaburkan kebaju Kita...
Bahagian kepala.., badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin....
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan. . yang telah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi.....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita akan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorang pun yang tahu....
Subscribe to:
Posts (Atom)
sesi fotografi
5sn1+cikgu razak

